Tampilkan postingan dengan label Tentang Home Automation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Home Automation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Saklar tanpa kabel dan baterai untuk otomatisasi rumah ( Home Automation )


Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong tanggung jawab besar terhadap lingkungan. Sehingga para penggagas teknologi  menciptakan komunikasi nirkabel yang dapat diandalkan dengan konsep energi harvesting.


Energi harvesting merupakan proses dimana sumber energi berasal dari luar (external sources) misalnya, tenaga surya, energi panas, energi angin, atau energi kinetik, yang ditangkap dan disimpan dalam ukuran kecil. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat power tersendiri untuk sensor nirkabel yang merupakan dasar untuk efisien mengelolaan energi pada bangunan dan aplikasi industri. Ide yang menyebabkan teknologi inovatif ini didasarkan pada pengamatan yang sangat sederhana di mana sensor menangkap energi yang terukur, kemudian energi diteruskan untuk menghasilkan sinyal nirkabel.

EnOcean merupakan salah satu pengembang teknologi ini. Salah satu aplikasinya digunakan untuk membangun otomatisasi rumah “smart home” terutama diterapkan pada saklar nirkabel. 

Berikut diagram prinsip kerja teknologi harvesting pada sebuah saklar nirkabel. 



Misalkan dengan energi kinetik ketika kita menekan tombol saklar, energi tersebut dikonversi menjadi energi listrik untuk kemudian dikelola dan diteruskan melalui unit kontrol yaitu microcontroller ke RF transceiver untuk dipancarkan sebagai signal di udara tanpa perantara kabel (nirkabel) dengan jarak jangkauan hingga 300 m. Kemudian signal akan diterima oleh modul penerima melalui RF transceiver dan diteruskan melalui unit microcontroller ke actuator (relay) untuk kendali lampu.

Saklar nirkabel dengan teknologi energi harvesting ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya :
  1. Hemat energi
  2. Aplikasi yang fleksibel
  3. Hemat waktu
  4. Bebas perawatan
  5. Kontribusi terhadap lingkungan
  6. Hemat biaya

Hemat energi karena teknologi ini tidak memerlukan energi yang besar, aplikasi penggunaannya sangat fleksibel dan menghemat waktu serta terhindar dari perawatan harus mengganti baterai. Tidak hanya itu, teknologi ini ramah terhadap lingkungan dan hemat biaya.

Gaji Pembantu atau Home Automation ?


Apa itu Home Automation ? mungkin tak banyak orang Indonesia mengetahui tentang Home Automation karena minimnya informasi yang berkembang saat ini. Apa lagi semua pemberitaan media selalu terfokus pada pemerintahan yang semakin rumit tentang masalah korupsi di Indonesia. 

Indonesia belum mengerti apa dampak teknologi informasi yang berkembang saat ini.  Bawasannya teknologi informasi akan mempengaruhi setiap orang d Indonesia atau bahkan lebih luas lagi. Alangkah lebih bijak jika setiap media menampilkan informasi yang lebih mendidik sehingga menambah wawasan setiap orang di Indonesia bukan menampilkan permasalahan yang tidak akan selesai hanya dengan alasan transparansi publik.

So, kembali lagi tentang Home Automation, jadi apa itu Home Automation ?

Home Automation atau dalam bahasa indonesia yaitu “otomatisasi rumah” merupakan sebuah teknologi canggih untuk mendapatkan efisiensi, kemudahan dan mobilitas dengan memusatkan pengontrolan pada satu tempat atau pada satu alat, digunakan untuk rumah tinggal atau yang lebih luas penggunaanya adalah untuk gedung-gedung bertingkat seperti hotel, perkantoran dan perusahaan ( Pabrik ).

Namun alasan mengapa Home Automation tidak populer di Indonesia tidak terlepas dari pembantu (PRT). Orang cenderung memilih membayar pembantu daripada menggunakan Home Automation dengan alasan membayar pembantu lebih murah daripada harus menggunakan Home Automation yang lebih mahal. Ini memang sebuah fakta tentang PRT di Indonesia dengan gaji yang rendah. Dari segi biaya mungkin masuk akal bahwa tidak populernya Home Automation dikarenakan masyarakat indonesia lebih memilih pembantu ( PRT ). Tetapi jika dihitung untuk jangka yang panjang sebenarnya dengan membayar pembantu setiap bulan akan lebih menguras biaya dibandingkan dengan menggunakan Home Automation yang hanya memerlukan biaya satu kali ketika pemasangan ditambah manfaat yang akan kita dapat.


Belum termasuk ketika menjelang hari raya yang selalu hangat dibicarakan di media televisi tentang tradisi mudik lebaran bagi kaum muslim di Indonesia yang identik dengan pembantu yang pulang kampung. Banyak rumah-rumah kosong ketika tiba mudik lebaran sehingga mendorong tindak kriminal (penjarahan rumah).
Alasan mengapa para pelaku kriminal berani menjarah rumah kita adalah dari sebuah indikator yaitu lampu rumah. Mereka para penjarah mengetahui sebuah rumah kosong atau tidaknya melalui lampu-lampu halaman rumah yang menyala terus ( alasan klasik ). Ini tidak akan terjadi jika lampu-lampu dirumah dapat terkontrol  dimanapun pemilik rumah berada.

kemudian maraknya human error dikalangan pembantu-pembantu di Indonesia tentu menjadi alasan. apakah pembantu dapat diberikan tugas 24 jam untuk mengawasi keadaan lampu, peralatan elektronik, dll ? belum lagi jika dalam hal keamanan rumah secara otomatis harus menambah penjaga keamanan (SATPAM) dan terkadang tidak setiap saat seorang satpam dapat terjaga dimalam hari.

Menghindari energi yang boros

Hemat energi (konservasi energi) adalah sebuah tindakan mengurangi penggunaan energi yang dapat dicapai dengan menggunakan energi secara efisien namun dengan manfaat yang sama atau dengan meminimalkan konsumsi serta kegiatan yang membutuhkan energi.

 [ Hemat energi = Hemat biaya ]


Namun dengan mengurangi kegiatan dan konsumsi jelas bukanlah sebuah solusi terbaik karena dengan mengurangi kegiatan dan konsumsi akan mengurangi manfaatnya pula. maka disini efisiensi sangat diperlukan guna memaksimalkan konsumsi dengan biaya yang paling rendah.


 Terutama dalam penggunaan energi listrik dinegara kita. Menurut dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi "Luluk sumiarso", beliau mengatakan bahwa di Indonesia angka pertumbuhan penggunaan energi listrik mencapai 7% per tahun. berbeda halnya dengan negara maju yang sadar betul tentang penghematan energi secara benar dan tepat hingga angka pertumbuhan penggunaan listriknya hanyalah 2% per tahun saja.

Dengan alasan ini teknologi Home Automation menjadi mutlak untuk diperhitungkan. Terdapat dua alasan mengapa Home Automation diperlukan yaitu selain daya dalam menggunakan teknologi Home Automation sangat rendah namun penggunaan Home Automation memiliki nilai lebih dalam hal efisiensi.
Dengan Home Automation kita bisa mengatur beberapa atau bahkan keseluruhan lampu dengan berdasarkan timing "waktu" atau "jadwal" yang dapat kita atur untuk setiap hari atau minggu.

Instalasi Konvensional bebas bergerak ?

Kebebasan kontrol menjadi hal yang menarik dalam sebuah sistem Home Automation. Dengan memperbaiki keterbatasan sistem konvensional, Home Automation hadir dengan teknologi support hooking system (Sistem yang mendukung sebuah perangkat bekerja dalam keterkaitan satu sama lain.


Dengan teknologi ini semua perangkat saling berkomunikasi melalui sebuah jalur yang digunakan sebgai lintasan data, alamat dan kontrol. lintasan data memberikan ruang bagi perpindahan data dari satu perangkat (device) dengan perangkat lain. lintasan alamat digunakan untuk menandakan sumber atau tujuan data. umumnya lintasan alamat juga dipakai untuk mengalamati port input atau outoput. lintasan kontrol digunakan untuk mengntrol akses ke jalur alamat dan penggunaan data. Karena data dan alamat dipakai bersama oleh semua komponen. ini menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja sistem secara keseluruhan guna mencapai sebuah “freedom of control”.
 
Namun perlu kita sadari bahwa hadirnya Home Automation  bukanlah untuk menggantikan sistem konvensional yang ada bahkan sistem konvensional tidak akan tergantikan karena sistem konvensional merupakan dasar dari sebuah sistem berbasis listrik tegangan tinggi, maka disinilah Home Automation hadir untuk memaksimalkan sistem konvensional terutama dalam kaitannya dengan penggunaan untuk residential maupun commercial.

Listrik tanpa kabel (WREL – Wireless Electricity)

Kita mungkin masih ingat ketika pertama kali dapat terkoneksi ke Internet tanpa kabel. Banyak orang meragukan dan heran bahwa internet dapat diakses tanpa kabel namun selanjutnya teknologi tersebut menjadi biasa saja.

Sama halnya dengan listrik, saat ini tak banyak orang mengetahui bahwa listrik bisa juga dialirkan tanpa melalui kabel, Teknologi ini bernama WREL (Wireless Electricity).

Prinsip dasar bagaimana energi listrik dapat di transfer  tanpa kabel adalah berhubungan dengan fenomena resonansi. Resonansi merupakan proses bergetarnya suatu benda dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi dikarenakan suatu benda bergetar pada frekwensi yang sama dengan frekwensi benda yang terpengaruhi.


Sebuah transmitter WREL memancarkan medan magnet dengan bantuan coil yang dipancarkan dengan frekuensi yang sama dengan receiver WREL.  Agar impedansinya optimal, digunakan gulungan kabel pada kedua sisinya.

Gulungan kabel juga berfungsi sama seperti gigi transmisi sepeda. Saat menanjak gigi transmisi diturunkan agar mendapatkan energi yang lebih efisien, begitupun sebaliknya. Receiver WREL juga menentukan sendiri tegangan yang diperlukan sesuai dengan ukuran. Jadi, fungsi adaptor tidak diperlukan. Selain itu, transmiter WREL juga hanya memancarkan energi sebanyak yang diperlukan oleh receiver. 

Tetapi keamanan terhadap radiasi masih perlu dipertanyakan. Karena medan magnet yang kuat selalu membawa radiasi elektromagnetis. Maka saat ini para peneliti berusaha untuk menggunakan frekuensi yang menghasilkan medan magnet yang kuat dengan beban electromagnetis kecil dan terbukti saat produk pertama diluncurkan ke pasar, teknologi WREL ini benar-benar aman terhadap manusia.

Bayangkan pemancar WREL dapat dipasang dalam dinding rumah untuk memasok listrik ke semua perangkat elektronik yang berada dalam magical zone ( Area jangkauan ). Bahkan meja tulis pun dapat berguna untuk memasok maupun mengisi baterai semua perangkat elektronik di sekitarnya.


Diberdayakan oleh Blogger.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls